Sejarah Desa

Pada jaman penjajahan Jepang Desa dipimpin oleh orang yang disebut Ngabai. Ngabai inilah bertugas memimpin dan menggerakan roda kedesaan, yang kerjanya hanya sebatas pengawasan ketertiban dan keamanan semata tidak berbentuk pemerintahan seperti sekarang.

Diceritakan pada suatu hari ada seorang petani yang sedang mecangkul disuatu tempat dan petani tersebut menemukan sebatang emas, Kemudian orang tersebut buru-buru pulang dan menceritakan kepada keluarganya dan kepada tetangga-tangganya, Dan informasi itu tersebar keseluruh wilayah lingkungan tersebut. Kemudian banyak orang berbondong-bondong menuju tempat tersebut untuk mencari emas. Kemudian orang-orang menamakan tempat tersebut KEDUNG EMAS yang artinya tempat atau gudang pusat emas. Karena perkembangan jaman maka nama Kedung emas tersebut menjadi  “ DOMAS “.

Seiring dengan perubahan jaman, penjajah Jepang kalah perang dan kembali kenegaranya,dan Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Pada era kemerdekaan itulah nama Ngabai diganti menjadi Demang dengan merubah secara nasional nama-nama blok tersebut.

Desa Domas mengalami Pergantian Pemimpin sudah lima kali, terhitung dari pemilihan Kepala Desa yang pertama tahun 1968.

Putra-puta terbaik yang pernah memimpin Desa Domas :

Tahun  1968 s/d 1987 Desa Domas dipimpin oleh Alhm. Bapak Kijatmono dengan masa jabatan 19 tahun

Tahun  1988 s/d 1996 Desa Domas dipimpin oleh Bapak Tarmin dengan masa jabatan 10 tahun

Tahun  1997 s/d 2005 Desa Domas dipimpin oleh Almarhum Bapak Harno dengan masa jabatan 8 tahun

Tahun  2006 s/d 2012 Desa Domas dipimpin oleh Bapak Tarjo dengan masa jabatan 6 tahun

Tahun  2013 s/d 2019 Desa Domas dipimpin oleh Bapak  Agus Edi Purnomo  dengan masa jabatan 6 tahun